Tugas 1 Algoritma & Pemograman II

Dosen Pembimbing : Ariyanto Pakaya, S.Kom. M.Kom



PENGENALAN C++
Bahasa C++ diciptakan oleh "Bjarne Strourup" di AT&T Bell Laboratories pada awal tahun 1980. Bahasa C++ ini sendiri merupakan pengembangan dari bahas C yang ditulis oleh "Brian W.Kernighan dan Denies M.Ritchie" pada tahun 1972. Sedangkan bahasa C merupakan pengembangan juga dari bahasa B yang ditulis oleh "Ken Thompson pada tahun 1970".
Pada era sebelum munculnya bahasa C++, bahasa C sudah banyak digunakan dan cukup terkenal ketika itu, karena sudah memiliki kemampuan yang mumpuni untuk membuat berbagai perangkat lunak seperti dBASE, Word Star, dan lain-lain. Berdasarkan hal itu, Bjarne Strourup kemudian mengembangkan beberapa hal dari C yang dinamakannya C with Classes, yang kemudian berubah nama menjadi C++ pada tahun 1983. Hal yang ditambahkan di bahasa C++ dan tidak terdapat di C adalah adanya OOP (Object Oriented Programming), sehingga lebih memungkinkan bisa membuat dan mengelola program yang besar dan kompleks. Dengan demikian bahasa C++ ini sudah termasuk ke dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high programming  language ).
Bahasa pemrograman C++ dapat diketikkan dan di-compile(diajalankan) di beberapa compiler. Saat munculnya C++, perusahaan BORLAND Internasional kemudian merilis compiler Borland C++ dan Turbo C++. Selain itu beberapa perusahaan lain juga megeluarkan compiler C++ seperti Topspeed C++ dan Zortech C++.

VARIABEL
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Untuk memperoleh nilai dari suatu variable digunakan pernyataan penugasan (assignment statement), yang mempunyai sintaks sebagai berikut :
variable = ekspresi ;
Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut
1.      Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C ++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda.
2.      Tidak boleh mengandung spasi.
3.      Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb.
4.      Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb

DEKLARASI

Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.

·      DEKLARASI VARIABEL
Bentuk umum:
Nama_tipe nama_variabel ;
Contoh :
·          
    • int x; // Deklarasi x bertipe integer
    • char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char
    • float nilai; // Deklarasi variable bertipe float
    • double beta; // Deklarasi variable bertipe double
    • int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer
Contoh program:
# include <iostream.h>
void main ()
{
int n;
n=66;      // sama juga jika ditulis int n=66;
cout << n << endl;   // n sebagai variabel
cout << ’n’ << endl  // endl sebagai karakter
cin.get();
}
Output Program :
66
n
·      DEKLARASI KONSTANTA
  1. Menggunakan keyword const
Contoh : const float PI = 3.14152965;
Berbeda dengan variable, konstanta bernama tidak dapat diubah jika telah diinisialisasi
2.  Menggunakan #define
Contoh : #define PI 3.14152965
Keuntungan menggunakan #define apabila dibandingkan dengan const adalah kecepatan kompilasi, karena sebelum kompilasi dilaksanakan, kompiler pertama kali mencari symbol #define (oleh sebab itu mengapa # dikatakan prepocessor directive) dan mengganti semua Phi dengan nilai 3.14152965.
Contoh :
# include <iostream.h>
void main ()
{
const float phi = 3.14;
float jari_jari, luas, keliling;
jari_jari = 7.0;
luas = 0.5*phi*jari+jari*jari_jari;
keliling = 2*phi*jari_jari;
cout << ”Luas lingkaran = ” << luas << endl;
cout << ”Keliling lingkaran = ” << keliling << endl;
cin.get();
}

Operator Logika Pada C++
Jika kita pernah membahas mengenai tipe data bool yang terdiri dari true dan false kali ini kita akan membahas mengenai operator logis mungkin disini saya tidak perlu menjelaskan apa berbelit-belit apa itu operator logis karena saya yakin anda semua pasti mengetahui ini. Operator logis itu sendiri terdiri dari :
1.       And > P && Q
2.       Or    > P || Q
3.       Not  > !P
Contoh program yang saya akan buat kali ini pun masih mengandalkan tipe data bool kenapa karena tipe bool hanya mengijinkan angka 1 dan 0 atau true dan false. Silakan copy paste atau edit terserah anda source code program berikut yang saya tulis di devc++.
1.       Not
#include <cstdlib>
#include <iostream>
using namespace std;
int main(int argc, char *argv[])
{
bool bP = true;
cout << “P = ” << bP << “   Not P = ” << !bP << endl;
bP = false;
cout << “P = ” << bP << “   Not P = ” << !bP << endl;
system(“PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}
Hasilnya adalah sebagai berikut :

2.       Or
#include <cstdlib>
#include <iostream>
using namespace std;
int main(int argc, char *argv[])
{
bool bP = true;
bool bQ = true;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP || bQ) << endl;
bQ = false;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP || bQ) << endl;
bP = false;
bQ = true;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP || bQ) << endl;
bQ = false;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP || bQ) << endl;
system(“PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}

Hasilnya adalah sebagai berikut:

3.       And
#include <cstdlib>
#include <iostream> 
using namespace std; 
int main(int argc, char *argv[])
{
bool bP = true;
bool bQ = true;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP && bQ) << endl;
bQ = false;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP && bQ) << endl;
bP = false;
bQ = true;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP && bQ) << endl;
bQ = false;
cout << “P = ” << bP << “   Q = ” << bQ << “    P or Q = ” << (bP && bQ) << endl;
system(“PAUSE”);
return EXIT_SUCCESS;
}
Hasilnya adalah sebagai berikut:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 2 Algoritma & Pemograman II